Cara Tepat Mencegah Bayi Kuning


Penelitian membuktikan bahwa ada sekitar 60 persen bayi yang lahir mengalami sakit kuning. Bahkan untuk 8 dari 10 bayi yang prematur bisa mengalami sakit kuning. Hal ini terjadi pada bayi disebabkan oleh bilirubin yang di produksi lebih banyak dibandingan hal yang dapat diolah pada hati bayi.

Padahal ketika bayi masih menjadi janin bilirubi ini dikeluarkan lewat plasenta mama. Karena hal itu bilirubin akan menumpuk ke dalam darag sehingga menyebabkan kulit, telapak danĀ  mata bayi menjadi kuning. Untuk itu baagi mama perlu tahu cara mencegah terjadinya bayi kuning agar dapat melakukan penanganan secepatnya.

Cara mencegah terjadinya bayi kuning

  1. Memberikan lebih banyak ASI

Supaya masalah bayi kuning dapat cepat diatasi, maka hal utamam yang harus mama lakukan ialah memberi ASI ekslusif dengan ritin dan lebih banyak kepada bayi. Zat yang ada di dalam ASI bisa meningkat sistem kekebalan tubuh bayi dari pada sebelumnya. Tugas dari sistem kekbalan tubuh ialah untuk menjaga sel otak dari billirubin yang tinggi tersebut.

Bukan hanya bisa menyembuhkan penyakit kuning pada bayi saja tetapi ASI yang cukup juga bisa memberi ketenangan pada si kecil. Selain itu bisa membuat bayi terhindari dari dehidrasi.

  1. Jemur bayi pada waktu matahari pagi

Selain memberi ASI yang cukup, menjemur si kecil juga bisa bermanfaat untuk menyembuhkan bayi kuning. Vitamin D yang ada pada sinar matahari pagi ini dapat membantu bayi dapat menyembuhkan penyakit kuning di tubuhnya.

Mama perlu menjemur si kecil pada jam 06.30-09.00 pagi dan pastikan cuaca pada pagi hari tersebut tidak mengalami mendung. Jemur bayi dengan tanpa baju sekitar 15-30 menit sajaj. Tetapi usahakan bahwa mata bayi terlindung dari sinar matahari.

  1. Perhatikan kondisi fisiknya

Usai melakukan beberapa hal diatas yang perlu mama lakukan selanjutnya yaitu mengontrol kondisi fisik pada bayi. Mama perlu waspada bila bayi mengalami fisik yang lemas dan tidak bergerak dengan aktif. Mama juga perlu khawatir bisa bayi tidak mau menyusu atau sering merintih. Saat bayi mengalami hal tersebut sebaiknya mama perlu cepat tanggap membawa bayi langsung ke rumah sakit.

  1. Jangan biarkan bayi dehidrasi

Bayi kuning tidak boleh mengalami dehidrasi. Oleh karena itu jangan lupa untuk sesering mungkin memberi cairan pada bayi. Dengan cara memberi ASI pada setiap satu smapai dua jam sekali.